Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Surabaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

Sekilas Tentng Surabaya Zoo (KBS)
Kebun Binatang Surabaya (KBS) berlokasi di Surabaya Selatan adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia, terletak di Jalan Setail No. 1 Surabaya. KBS memiliki berbagai jenis binatang tropis. Selain itu terdapat pula Aquarium, karantina toxidemi dan ruang nokturama (binatang malam). KBS merupakan kebun binatang yang terbesar di Asia Tenggara. Didalamnya terdapat lebih dari 300 spesies satwa yang berbeda dan terdiri lebih dari 4300-an binatang.  Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia yang terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, Pisces. KBS merupakan tempat wisata yang menarik karena faktor letaknya yang berada di tengah-tengah kota Surabaya, diantara kesibukan kota metropolis ternyata masih dapat kita temukan tempat berbagai macam satwa yang sebagian besar biasanya hidup di alam bebas, hal ini dapat menjadi semacam tolak ukur bagi manusia untuk tetap menjaga keseimbangan alam dalam melestarikan satwa dan juga bagi anak-anak kecil. Mengunjungi KBS merupakan bagian pendidikan yang secara tidak langsung berguna untuk mengenal berbagai macam satwa yang ada supaya tertanam sejak dini perasaan mencintai seluruh alam dan isinya. Selain itu, KBS merupakan taman satwa yang artinya tempat atau wadah dengan fungsi utama konservasi ex-situ yang melakukan usaha perawatan dan penangkaran berbagai jenis satwa dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pengembangan IPTEK serta untuk sarana rekreasi alam yang sehat. Sasaran akhir taman satwa ini adalah : memperluas pemahaman dan apresiasi masyarakat tentang fungsi taman satwa, meningkatkan upaya kesejahteraan satwa, menciptakan kaitan antara konservasi ex-situ dengan in-situ, membentuk jaringan global antar taman satwa.
Program pendidikan dan penelitian di Kebun Binatang Surabaya melaksanakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan wahana keilmuan bagi masyarakat dan merupakan laboratorium hidup untuk lebih mencintai dan menghargai flora dan fauna sebagai kekayaan alam milik kita bersama. Selama ini pada hari minggu atau hari-hari libur lainnya, KBS selalu dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah, kota, bahkan turis mancanegara.  Kalau dilihat sepintas perkembangan Kebun Binatang Surabaya sangat baik dan pantas untuk dibanggakan sebagai obyek wisata di Jawa Timur dan di Surabaya pada khususnya.

·        Falsafah Kebun Binatang Surabaya
Aneka Binatang yang bertebaran hidup dibumi adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan bermanfaat bagi manusia dan keseimbangan alam sebagai sifat pengejahwantahan sifat Maha Pemurah dan Maha Pengasih dari Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh ciptaanNya.

·        Sejarah Kebun Binatang Surabaya
Didirikan berdasar SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama “Soerabaiasche Planten-en Dierentuin” (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang.  Dari segi  finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang yang mempunyai modal cukup.

·        Lokasi Berdiri Kebun Binatang Surabaya
Lokasi KBS yang pertama di Kaliondo, pada tahun 1916, kemudian pada tanggal 28 September 1917 pindah di jalan Groedo.  Dan pada tahun 1920 pindah ke daerah Darmo untuk areal kebun binatang yang baru atas jasa OOST-JAVA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ atau Maskapai Kereta Api yang mengusahakan lokasi seluas 30.500 m2.

Letak Geografis KBS

07°   17’  34”   LS   dan     07°  17’  51”  LS
112°   34’  56”  BT  dan   112°  35’  15”  BT

Jarak dari pusat kota
:
+ 5 km
Jarak dari laut 
:
+ 12 km
Curah hujan rata-rata
:
127 mm3/ml
Ketinggian
:
3 – 6 m dpl
Suhu udara rata-rata/tahun
:
27,6 °C
Kelembapan rata-rata/tahun
:
74 %
Struktur tanah
:
Lapisan Aluvial
Jenis Musim
:
Musim khusus

Luas Wilayah KBS dipergunakan untuk :

Hijauan dalam sangkar
:
3,1 ha   (20,7 %)
Hijauan luar sangkar
:
1,8 ha   (12 %)
Hijauan ruang terbuka
:
4,9 ha   (37,7 %)
Jalan
:
0,8 ha   (5,3 %)
Saluran air
:
0,2 ha (1,3 %)
Kolam dan bangunan
:
2,5 ha (16,7 %)
Sangkar satwa
:
1,7 ha (11,3 %)
Parkir
:
1 ha

·        OPERASIONAL DAN PERKEMBANGANNYA
Untuk pertama kali pada bulan April 1918, KBS dibuka namun dengan membayar tanda masuk (karcis). Kemudian akibat biaya operasional yang tinggi, maka pada tanggal 21 Juli 1922 kebun botani / KBS mengalami krisis dan akan dibubarkan, tetapi beberapa dari anggotanya tidak setuju. Pada tahun ini pula. Dalam rapat pengurus diputuskan untuk membubarkan KBS, tetapi dicegah oleh pihak Kotamadya Surabaya pada waktu itu.
Pada tanggal 11 Mei 1923, rapat anggota di Simpang Restaurant memutuskan untuk mendirikan Perkumpulan Kebun Binatang yang baru, dan ditunjuk W.A. Hompes untuk tinggal didalam kebun dan mengurus segala aktivitas kebun (pimpinan). Bantuan yang besar untuk kelangsungan hidup pada waktu tahun 1927 adalah dari Walikota DIJKERMAN dan anggota dewan A.Van Genrep dapat membujuk DPR Kota Surabaya untuk meraih perhatian terhadap KBS, dengan SK DPR tanggal 3 Juli 1927 dibelilah tanah yang seluas 32.000 m3 sumbangan dari Maskapai Kereta Api (OJS). Tahun 1939 sampai sekarang luas KBS meningkat menjadi 15 hektar dan pada tahun 1940 selesailah pembuatan taman yang luasnya 85.000 m2.
Dalam perkembangannya KBS tElah berubah fungsinya dari tahun ke tahun. Kebun Binatang Surabaya yang dahulu hanya sekedar untuk tempat rekreasi telah dikembangkan fungsinya menjadi sarana perlindungan dan pelestarian, pendidikan, penelitian dan rekreasi. Binatang-binatang yang menjadi koleksi KBS dari tahun ke tahun jumlah dan jenisnya terus bertambah, baik berasal dari luar negeri maupun yang berasal dari dalam negeri.

·        Visi dan Misi Kebun Binatang Surabaya

Konservasi, pendidikan, penelitian dan rekreasi
Surabaya Zoo (KBS)

Di era modern ini semakin banyak tempat pariwisata yang  ditawarkan, salah satunya tempat wisata yang ada di Surabaya yaitu  Kebun Binatang Surabaya (KBS).  Dalam menarik minat para  pengunjung banyak cara yang dilakukan oleh tempat wisata seperti peningkatan fasilitas, pelayanan, keamanan, serta kebersihan. Tetapi belum tentu apa yang ditawarkan itu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengunjung, karena kurangnya hal-hal yang mendukung untuk peningkatan fasilitas, pelayanan dan lain sebagainya. Para petugas cenderung lebih mengutamakan kepentingan individu daripada kepentingan bersama. Padahal peningkatan fasilitas, pelayanan, keamanan dan kebersihan itu adalah aset utama dari tempat pariwisata. Pengunjung akan lebih tertarik untuk kembali ketempat wisata tersebut kalau hasilnya memuaskan maksudnya antara sesuatu yang diberikan itu sesuai dengan apa yang diharapkan.
Seiring dengan perkembangan zaman, persaingan di dunia industri semakin meningkat. Setiap perusahaan dan industri berlomba-lomba dalam menghasilkan produk dan jasa yang terbaik untuk merebut pangsa pasar. Oleh karena itu, agar suatu tempat wisata dapat bertahan dalam perkembangan di dunia pariwisata saat ini maka suatu tempat wisata harus dapat memenuhi kepuasan pengunjungnya. untuk memuaskan pengunjung maka nilai yang diinginkan oleh pengunjung harus selalu dideteksi secara kontinyu. Karena keinginan dan kebutuhan dari pengunjung selalu bergerak dinamis. Pengukuran akan kepuasan pengujung yang merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan pengunjung serta mengetahui sejauh mana pengunjung merasa puas akan layanan pariwisata kebun binatang surabaya. Namun kepuasan pengunjung saja tidak cukup untuk dapat dikatakan suatu industri pariwisata dapat berkompetisi dan bertahan di masa yang akan datang. Kepuasan hanyalah awal dari terbentuknya loyalitas. Maka dengan loyalitas inilah akan mampu menjaga eksistensi perusahaan, dalam hal ini industri pariwisata.
Merupakan suatu kepuasan tersendiri bagi masyarakat apabila suatu pelayanan itu dikatakan memuaskan, namun hal tersebut tidak terlepas dari penilaian yang diberikan pengunjung kepada  pelayanan tersebut. Dengan adanya penilaian pengunjung terhadap tempat pariwisata khususnya Kebun Binatang Surabaya ini dapat memberikan masukan tersendiri bagi pihak yang bersangkutan karena dapat meningkatkan mutu dan kualitas tempat pariwisata tersebut.
Hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata hendaknya memenuhi syarat sapta pesona pariwisata, yaitu: pertama rasa amana, dimana Wisatawan akan senang berkunjung ke suatu tempat apabila merasa aman, tenteram, tidak takut, terlindungi dan bebas dari Tindak kejahatan, kekerasan, ancaman, seperti kecopetan,  pemerasan, penodongan, penipuan dan lain sebagainya, Terserang penyakit menular dan penyakit berbahaya lainnya, Kecelakaan yang disebabkan oleh alat perlengkapan dan fasilitas yang kurang baik, seperti binatang buas yang terlepas dari kandang dan Gangguan oleh masyarakat, antara lain berupa pemaksaan oleh pedagang asongan tangan jail, ucapan dan tindakan serta perilaku yang tidak bersahabat dan lain sebagainya.
Yang kedua adalah masalah ketertiban, dimana kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang termasuk wisatawan. Kondisi tersebut tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar serta menunjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat. Ketiga adalah kebersihan, dimana Bersih merupakan suatu keadaan/kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat yang bersih dan sehat seperti Lingkungan yang bersih baik di rumah sendiri maupun di tempat-tempat umum, seperti di hotel, restoran, angkutan umum, tempat rekreasi, tempat buangair kecil/besar dan lain sebagainya. Bersih dari sampah, kotoran, corat-coret dan lain sebagainya.
Kemudian syarat sapta yang keempat adalah kesejukan, dimana Lingkungan yang serba hijau, segar, rapi memberi suasana atau keadaan sejuk, nyaman dan tenteram. Kesejukan yang dikehendaki tidak saja harus berada di luar ruangan atau bangunan, akan tetapi juga di dalam ruangan, misalnya ruangan kerja/belajar, ruangan makan, ruangan tidur dan lain sebagainya.
Keindahan merupakan syarat sapta yang kelima tentang kepariwisataan. Keindahan adalah Keadaan atau suasana yang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedap dipandang disebut indah. Indah dapat dilihat dari berbagai segi, seperti dari segi tata warna, tata letak, tata ruang bentuk ataupun gaya dan gerak yang serasi dan selaras, sehingga memberi kesan yang enak dan cantik untuk dilihat. Keenam adalah ramah tamah. Ramah tamah merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati. Ramah tamah tidaklah berarti bahwa kita harus kehilangan kepribadian kita ataupun tidak tegas dalam menentukan sesuatu keputusan atau sikat. Ramah, merupakan watak dan budaya bangsa Indonesia pada umumnya, yang selalu menghormati tamunya dan dapat menjadi tuan rumah yang baik. Sikap ramah tamah ini merupakan satu daya tarik bagi wisatawan, oleh karena itu harus kita pelihara terus.
Syarat sapta yang terakhir dari kepariwisataan adalah kenangan. Kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya. Kenangan dapat berupa yang indah dan menyenangkan, akan tetapi dapat pula yang tidak menyenangkan. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berpariwisata di Indonesia, dengan sendirinya adalah yang indah dan menyenangkan. Kenangan yang indah ini dapat pula diciptakan dengan antara lain: Akomodasi yang nyaman, bersih dan sehat, pelayanan yang cepat, tepat dan ramah, suasana yang mencerminkan ciri khas daerah dalam bentuk dan gaya bangunan serta dekorasinya, Atraksi seni budaya daerah yang khas dan mempesona baik itu berupa seni tari, seni suara dan berbagai macam upacara, misalnya dalam KBS ini adalah atraksi binatang dan interaksinya dengan pengunjung, Makanan dan minuman khas daerah yang lezat, dengan penampilan dan penyajian yang menarik. Makanan dan minuman ini merupakan salah satu daya tarik yang kuat dan dapat dijadikan jati diri (identitas daerah), dan Cenderamata yang mungil yang mencerminkan ciri-ciri khas daerah bermutu tinggi, mudah dibawa dan dengan harga yang terjangkau mempunyai arti tersendiri dan dijadikan bukti atau kenangan dari kunjungan seseorang ke suatu tempat/daerah/Negara.
Apabila syarat-syarat itu bisa terpenuhi oleh tempat pariwisata maka akan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat jujugan wisata favorit bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Selain syarat sapta yang sudah dijelaskan diatas hal-hal lain yang diperlukan untuk menunjang kenyamanan khususnya di Kebun Binatang Surabaya ini banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan untuk memanjakan para pengunjung antara lain tempat permainan anak dan keluarga (kolam renang anak, flying fox, rumah balaon) ini dapat memberikan kenyamanan dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung meskipun banyk isu-isu negatif atau anggapan-anggapan negatif dari masyarakat mengenai eksistensi Kebun Binatang Surabaya sebagai tempat penangkaran satwa namun tidak membuat pengunjung terpengaruh akan isu-isu negatif tersebut. Banyak hal-hal positif yang mereka dapatkan antara lain dapat mengenalkan satwa kepada anak usia dini tanpa harus ketempat yang jauh karena di Kebun Binatang Surabaya sendiri mempunyai koleksi satwa yng cukup lengkap. Pengunjung juga diberikan fasilitas lain yaitu harga tiket yang ditawarkan oleh pihak Kebun Binatang Surabaya cukup terjangkau dibandingkan dengan tempat wisata satwa yang lain.

Kebun Binatang Surabaya sebagai ikon kota Surabaya dapat memberikan alterntif perjalanan wisata pengunjung yang berdomisili di kota Surabaya dan sekitarnya tanpa harus pergi keluar kota. Karena Kebun Binatang Surabaya merupakan tempat satu-satunya yang menyuguhkan satwa yang cukup lengkap maka tak heran jika saat ini banyak orang yang masih setia manjadikan Kebun Binatang Surabaya sebagai tempat wisata favorit mereka.